Jakarta, Metro86.com – Suasana duka menyelimuti warga Kampung Sawah, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, setelah tewasnya Vera Indriyani (11), siswi kelas VI SD Pancasila Kampung Sawah. Korban ditemukan tidak bernyawa di rumah kontrakan milik ayah pelaku di kawasan Rorotan pada Senin malam (13/10/2025).

Vera merupakan putri dari Feri Kusmanto (47), anggota aktif Satgas Ormas Pendekar Banten yang dikenal aktif di kegiatan sosial masyarakat. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku adalah Ripai (16) — dikenal dengan panggilan Pai — anak dari Pak Ade, warga sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Korban sempat terlihat bermain di sekitar rumah pelaku, namun hingga larut malam tak kunjung pulang. Keluarga korban dan tetangga yang cemas kemudian melakukan pencarian. Sekitar pukul 24.00 WIB, korban ditemukan sudah tergeletak di dalam rumah kontrakan milik orang tua pelaku, tertutup tumpukan pakaian.

> “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kami sudah melakukan olah TKP dan membawa jasad ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol (nama disesuaikan), Selasa (14/10).
Sebelum jasad ditemukan, warga sempat menanyai Ripai, namun pelaku terlihat gelisah dan berusaha menghindar. Setelah korban ditemukan, warga yang geram langsung mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.
Ayah korban, Feri Kusmanto, masih terpukul berat atas kepergian anaknya.

> “Sore itu sepulangnya saya kerja, saya cari anak saya tidak ada dan tidak pulang. dan akhirnya ditemukan dalam kondisi seperti itu. Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya,” ucapnya lirih.
Duka mendalam juga dirasakan pihak sekolah tempat Vera menimba ilmu. Guru wali kelasnya, Bu Wina dari SD Pancasila Kampung Sawah, tak mampu menahan air mata saat mendengar kabar duka tersebut.

> “Vera anak yang cerdas dan sopan. Ia rajin belajar dan sangat disukai teman-temannya. Kami semua di sekolah sangat kehilangan,” ujar Bu Wina saat ditemui di sekolah.
Kasus ini juga menyita perhatian ormas tempat ayah korban bernaung. Ketua Korcam Pendekar Banten Cilincing, Djoni Walangitan, mengecam keras tindakan pelaku dan berjanji akan mengawal proses hukum.

> “Kami sangat berduka atas kejadian ini. Kami meminta polisi menindak pelaku seberat-beratnya sesuai hukum. Pendekar Banten akan mendampingi keluarga korban sampai proses hukum selesai,” tegas Djoni.
Sementara itu, pelaku Ripai (16) kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami motif pelaku serta kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman-teman sekolah, dan warga Kampung Sawah. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memperkuat pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan sekitar agar kejadian serupa tak terulang.
(Tim Redaksi Nasional)











