Jakarta Utara, Metro86.com — Suasana proses belajar mengajar di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis (7/11/2025) siang, setelah terdengar suara ledakan cukup keras dari salah satu ruangan di area sekolah tersebut. Insiden tersebut membuat para siswa dan guru berhamburan keluar kelas demi menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, ledakan terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di area laboratorium kimia. Beberapa saksi mata, termasuk siswa yang tengah mengikuti pelajaran praktikum, mengaku mendengar suara dentuman keras diikuti dengan asap yang membubung dari dalam ruangan.

> “Tadi kami lagi belajar di kelas sebelah lab, tiba-tiba ada suara ‘duaar!’ keras banget. Semua langsung lari keluar,” ujar Dinda (17), salah satu siswi kelas XII yang berada di lokasi kejadian.
Petugas keamanan sekolah bersama guru segera melakukan evakuasi terhadap seluruh siswa. Beberapa menit kemudian, petugas pemadam kebakaran dan kepolisian dari Polsek Kelapa Gading tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengamanan area.
Menurut keterangan awal dari pihak sekolah, dugaan sementara ledakan disebabkan oleh reaksi bahan kimia yang tidak stabil saat percobaan praktikum berlangsung. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh Tim Inafis Polres Metro Jakarta Utara untuk memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.
> “Belum bisa kami simpulkan penyebab pastinya. Saat ini lokasi sudah kami pasang garis polisi dan dilakukan olah TKP,” ujar Kompol R. Hendrawan, Kapolsek Kelapa Gading, saat ditemui di lokasi.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta Utara, Drs. Sutrisno, membenarkan adanya insiden tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa.
> “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya dua siswa mengalami luka ringan akibat pecahan kaca. Saat ini mereka sudah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Kelapa Gading untuk sementara dihentikan, sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.
(Tim Redaksi Nasional)











