Kemacetan Parah Lumpuhkan Daan Mogot Raya, Buruh Minta Perusahaan Tak Potong Upah

banner 468x60

JAKARTA, Metro86.com — Kemacetan parah melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot Raya, Jakarta Barat, pada jam sibuk pagi. Kondisi tersebut menyebabkan ribuan pekerja terlambat tiba di tempat kerja dan memicu kekhawatiran akan adanya pemotongan upah maupun sanksi dari pihak perusahaan.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular panjang dari arah Tangerang menuju Jakarta. Laju kendaraan nyaris tidak bergerak selama berjam-jam. Kepadatan lalu lintas diperparah oleh volume kendaraan yang tinggi, penyempitan ruas jalan di sejumlah titik, serta faktor cuaca.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak pagi hari. Kondisi cuaca tersebut berpotensi menurunkan jarak pandang dan memperlambat pergerakan kendaraan, sehingga memperparah kemacetan di jalan-jalan utama, termasuk Daan Mogot Raya.

 

Salah satu pekerja, Yanto (37), warga Kota Tangerang yang bekerja di Jakarta Barat, mengaku sudah berangkat lebih awal dari rumah, namun tetap terjebak kemacetan panjang. Ia mengatakan perjalanan yang biasanya memakan waktu kurang dari satu jam, berubah menjadi lebih dari dua jam.

 

“Saya sudah berangkat pagi-pagi, tapi macetnya benar-benar parah. Ditambah hujan, kendaraan hampir tidak bergerak. Kami sebagai pekerja jelas tidak bisa berbuat banyak,” ujar Yanto.

 

Yanto berharap perusahaan dapat memahami kondisi tersebut dan tidak menjatuhkan sanksi maupun pemotongan gaji kepada pekerja yang terlambat akibat kemacetan dan cuaca buruk. Menurutnya, keterlambatan itu bukan disebabkan oleh kelalaian pekerja, melainkan faktor eksternal di luar kendali.

 

Keluhan serupa juga disampaikan pekerja lainnya yang setiap hari melintasi Daan Mogot Raya. Mereka meminta perusahaan menerapkan kebijakan yang lebih humanis, terutama saat terjadi kemacetan ekstrem atau kondisi cuaca yang berdampak langsung pada mobilitas pekerja.

 

Kemacetan di Daan Mogot Raya tidak hanya merugikan pekerja, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Distribusi barang terhambat, waktu tempuh meningkat drastis, dan produktivitas kerja menurun.

Para buruh dan pengguna jalan mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret, seperti perbaikan manajemen lalu lintas, penanganan titik rawan kemacetan, serta antisipasi khusus saat hujan deras. Tanpa penanganan serius, kemacetan parah di Daan Mogot Raya dikhawatirkan akan terus berulang dan kembali merugikan para pekerja.

{Redaksi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *