Korban Bencana Sumatra Terus Bertambah : 316 Meninggal, 289 Hilang

banner 468x60

Sumatera, Metro86.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Hingga Minggu (30/11) siang, jumlah korban meninggal dunia mencapai 316 orang, sementara 289 lainnya masih hilang.

 

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan korban terbanyak berada di Sumatra Utara.

 

“Wilayah Sumatra Utara itu yang meninggal 172 orang. Ini masih ada yang hilang 147 orang,” ujarnya dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana yang disiarkan secara daring.

Di Aceh, jumlah korban meninggal mencapai 54 orang dengan 55 orang masih hilang. Sementara di Sumatra Barat, tercatat 90 korban meninggal dan 87 orang dinyatakan hilang.

 

Suharyanto mengungkapkan sejumlah wilayah terdampak masih terisolir parah, terutama jalur Tapanuli menuju Sibolga yang tertutup longsor sepanjang hampir 50 kilometer. Menurutnya, upaya pembukaan akses sedang dilakukan oleh tim gabungan.

 

“Kemungkinan butuh waktu 3-4 hari lagi baru bisa tembus,” katanya.

 

Masalah serupa juga terjadi di Aceh, khususnya Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, yang aksesnya masih banyak terputus. Untuk Sumbar, wilayah terdampak seperti Padang, Padang Pariaman, Solok, Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang masih bisa dijangkau lewat jalur darat.

 

Ia menambahkan bahwa pemulihan listrik dan air bersih tengah dikebut meski banyak area masih mengalami pemadaman.

 

“Listrik, air ini juga relatif sudah pulih tapi masih banyak yang padam… mohon ini lebih cepat lagi khususnya di daerah-daerah yang terisolir,” tegasnya.

 

Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan duka mendalam dan memastikan pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama bencana.

 

“Tentunya kita berdoa agar mereka senantiasa dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, diringankan duka dan penderitaan mereka,” ujarnya.

 

Prabowo mengakui proses distribusi bantuan menghadapi hambatan berat akibat cuaca buruk dan akses terputus.

“Kadang-kadang helikopter dan pesawat kita sulit untuk mendarat,” tuturnya.

 

Puluhan kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut kini masih dalam penanganan darurat, dengan fokus utama membuka akses, mendata korban, serta mempercepat distribusi logistik ke wilayah yang paling terisolasi.

Tim Redaksi Nasional.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *