Jakarta, Metro86.com18 – Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) merilis penjelasan mendalam tentang filosofi logo resminya, yang dirancang sebagai representasi visual harmoni antar-etnis dan agama di Indonesia.
Logo ini menggabungkan elemen Islam tradisional dengan desain modern, mencerminkan misi organisasi membangun persaudaraan inklusif berbasis Pancasila dan NKRI.
Warna hijau mendominasi latar belakang logo, melambangkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, keseimbangan, kesuburan, serta perdamaian.
Hijau juga merepresentasikan kerukunan dan persatuan umat manusia, sejalan dengan upaya PITI mempromosikan harmoni antar-etnis dan antar-agama.Di tengah logo, bulan sabit kuning menonjol sebagai simbol cahaya petunjuk dan pembaruan spiritual dalam Islam.

Warna kuningnya melambangkan harapan, keagungan, serta optimisme untuk masa depan bangsa, sementara bentuknya yang menjorok ke atas menandakan pertumbuhan dan dinamika positif menuju kejayaan umat.Sebuah bintang di puncak bulan sabit melambangkan penuntun, ilmu pengetahuan, dan kebenaran.
Posisinya di atas menegaskan tujuan luhur PITI membawa cahaya pengetahuan serta moralitas Islam ke masyarakat luas, sekaligus menjadi simbol sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pusat logo dihiasi kaligrafi Arab “Allah” dan “Muhammad” dalam lingkaran hitam, yang menegaskan asas Islam sebagai fondasi spiritual organisasi. Lingkaran tersebut melambangkan keutuhan, kesatuan, dan perlindungan terhadap nilai-nilai luhur.
Huruf “PITI” ditulis dengan bentuk kokoh dan modern, merefleksikan identitas kuat serta kemajuan organisasi. Bentuk geometrisnya menunjukkan struktur, disiplin, dan keteraturan—nilai esensial untuk masyarakat produktif dan beradab.
Logo dibingkai persegi yang melambangkan stabilitas, keamanan, serta landasan hukum sesuai prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Bingkai ini menegaskan komitmen PITI bekerja dalam koridor negara, hukum, dan keadilan sosial.
Tulisan lengkap “Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia” ditempatkan di empat sisi logo, menonjolkan identitas inklusif yang menyatukan etnis Tionghoa dengan umat Islam dalam ke-Indonesiaan. Penempatannya menekankan keutuhan, keterbukaan, dan kesetaraan, memposisikan PITI sebagai simbol persaudaraan global berbasis Islam.Secara keseluruhan, komposisi logo memadukan elemen modern dan Islami untuk mencerminkan harmoni tradisi serta kemajuan, serta kerjasama lintas budaya-agama.
PITI menegaskan logo ini bukan hanya identitas visual, melainkan simbol universal perdamaian, ilmu, dan persaudaraan yang merepresentasikan Islam moderat, inklusif, serta progresif di Indonesia
(Redaksi)











