Jakarta Utara, Metro86.com — Suasana upacara bendera di SDN 01 Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin pagi berubah mencekam setelah sebuah kendaraan operasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba masuk ke area lapangan sekolah dan menabrak barisan siswa. Insiden ini menyebabkan belasan siswa dan seorang guru mengalami luka-luka.
Peristiwa terjadi sekitar 07.15 WIB, saat upacara bendera baru berlangsung beberapa menit. Mobil MBG yang hendak masuk ke area distribusi makanan tiba-tiba melaju tidak terkendali menuju lapangan.

Turah, selaku Wakil Kepala Sekolah SDN 01 Kalibaru, menjelaskan bahwa situasi berlangsung sangat cepat.
“Mobil itu tiba-tiba menerobos masuk. Guru-guru langsung berlari mengevakuasi siswa. Banyak yang ketakutan dan beberapa terjatuh saat menghindar,” ujar Turah.

Korban Luka – Penanganan di Puskesmas dan RSUD Cilincing
Berdasarkan data sementara dari pihak sekolah dan tenaga medis, total korban mencapai lebih dari belasan siswa dan satu guru.
2 korban ditangani di Puskesmas Cilincing II:
– Aditya Pradipta, Kelas 3C
– Maulana Aufar, Kelas 5B
Korban lainnya dirujuk ke RSUD Cilincing untuk penanganan lebih lanjut:
– Maryono, Guru Kelas 4B
– Salsabila, Kelas 3C
– Ahmad Faizan, Kelas 2C
– Bagus, Kelas 1B
– Khanza, Kelas 3D
– Dian, Kelas 3B
– Anisa, Kelas 3D
– Surya, Kelas 3D
– Dita, Kelas 3C
– Hafiiz, Kelas 3B
– Weren, Kelas 3B
– Nabil, Kelas 3D
– Alvaro, Kelas 3D
– Lilo, Kelas 4B
– Rey, Kelas 3C
– Hafiz, Kelas 1A
– Yuda, Kelas 3C
– Ray Firmansyah, Kelas 3C
Petugas medis menyebut bahwa sebagian besar mengalami memar, lecet, serta shock akibat insiden mendadak tersebut. Beberapa siswa harus menjalani observasi lanjutan untuk memastikan tidak ada cedera internal.
Kapolsek Cilincing mengonfirmasi bahwa pengemudi telah diamankan untuk diperiksa. Polisi juga akan menganalisis rem dan kondisi kendaraan serta memeriksa rekaman CCTV sekolah.
“Penyebab kecelakaan masih kami dalami. Termasuk apakah terjadi rem blong atau kelalaian pengemudi,” ujarnya.
Dinas Pendidikan Jakarta Utara menyampaikan keprihatinan mendalam dan memastikan pendampingan kepada seluruh korban dan keluarga mereka. Kegiatan belajar mengajar di sekolah sempat dihentikan sementara sampai area dinyatakan aman.
Hingga berita ini dirilis, orang tua murid masih berdatangan ke sekolah untuk memastikan kondisi putra-putri mereka.
Berita akan diperbarui sesuai perkembangan informasi dari pihak berwenang.
(Tim Redaksi Nasional)











